Pied piper adalah sebuah dongeng yang menceritakan tentang seseorang yang memakai pakaian warna-warni dan memainkan seruling
Suatu
waktu, di sebuah kota, banyak banget tikusnya, keluar dan idup dimana
aja, di atap lah, di toilet lah, di kamar hotel lah, banyak banget
bertebaran, udah diberantas pakai pembasmi tikus pun engga abis-abis tuh
tikus.
Jadi datanglah si Pied Piper ini ke
kota itu, bilang kalo dia bisa membasmi si tikus yang banyak, tapi Pied
Piper ingin meminta bayarannya jika selesai, dan pemimpin kotapun
mengiyakan, dan ritualnya pun dimulai.
Dia
mulai meniup serulingnya dengan nada nada yang aneh ditelinga manusia,
dan ga lama semua tikus yang sembunyi bahkan yang kelihatan pun
mendekati si Pied Piper, Pied Piper mulai berjalan, si para tikus
mengikuti si Pied Piper, hingga sampailah di ujung tebing yang
dibawahnya ada sungai, nah si Pied Piper berenti tapi masih niup
seruling, si tikus yang kehipnotis engga berenti, yaudah terus jatuh ke
sungai.
semua orang ngeliatin si Pied Piper
ngelakuin itu dan setelah semua hama tikus pergi, si Pied Piper kembali
ke kota, menemui si pemimpin dan meminta bayaran, terus si pemimpin
laknat itu ngomong "Yaudah tikusnya udah engga ada, apanya yang mau
dibayar?"
JAHAT KAN JAHAT KAN.
Pied
Piper kesal dalam hatinya dan ia berbalik ke rumahnya. Malam harinya,
saat semuanya udah tidur, Pied Piper balik ke kota terus niup
serulingnya, suara serulingnya ga kedengeran sama orang dewasa, tapi
kedengeran sama anak anak kecil.
Anak anak
itu bangun dan mendekati Pied Piper, sama seperti para tikus, anak anak
itu mengikuti Pied Piper kemanapun, dan sampailah mereka dibalik sebuah
gunung, hingga semua anak anak masuk dibalik gunung itu, gunung tersebut
tertutup, dan gada yang pernah lihat anak-anak tadi beserta si Pied
Piper.
(Ini versi cerita di buku LKS bunny)
Tahun
1284, ketika kota Hamelin terkena bencana hama tikus, seorang pria
berpakaian aneka warna datang dan mengaku sebagai pengusir tikus. Orang
asing itu berjanji kepada walikota bahwa masalah hama di kota tersebut
akan terpecahkan. Sebagai gantinya, walikota berjanji bahwa ia akan
mendapat imbalan yang setimpal setelah berhasil mengusir hama tersebut.
Setelah perjanjian disepakati, orang asing itu memainkan seruling
ajaibnya. Suara seruling tersebut memikat para tikus di setiap rumah
penduduk untuk mengikuti si peniup seruling hingga sampai di sungai
Weser. Semua tikus ditenggelamkan di sana kecuali seekor. Setelah
usahanya berhasil, sang walikota tidak memberi imbalan sesuai yang
dijanjikannya. Si peniup seruling menjadi berang lalu meninggalkan kota,
dan bersumpah bahwa ia akan kembali di lain hari untuk menuntut balas.
Pada Hari Yohanes dan Paulus, ketika para penduduk dewasa berkumpul di
gereja, si peniup seruling kembali lagi dengan pakaian hijau seperti
pemburu, kali ini dengan maksud memikat seluruh anak di Hamelin. Seratus
tiga puluh anak lelaki dan perempuan mengikutinya sampai ke luar kota,
kemudian mereka diajak ke sebuah gua dan tidak pernah terlihat lagi.
Tergantung versi cerita, sekurang-kurangnya ada tiga macam anak yang
tertinggal di belakang. Anak yang pertama adalah anak yang pincang
sehingga tidak mampu mengikuti anak lainnya dengan cepat; yang kedua
adalah anak yang tuli yang ikut-ikutan karena merasa penasaran; yang
terakhir adalah anak yang buta dan tidak mampu melihat ke mana ia pergi.
Ketiga anak tersebut memberi informasi kepada penduduk kota tentang apa
yang terjadi setelah mereka meninggalkan gereja.
(ini Versi Wikipedia)
Serem kan? Ya itulah, kalau kita engga bayarin hak seseorang yang udah ngelakuin kewajibannya, itulah balasannya. Karma kah(?)
Ada juga setelah di searching, Pied Piper adalah karakter jahat di DC Comics.
Sangat banyak referensi ya tentang pied piper ini.
Ada pula lirik lagu Crispian St. Peters tentang Pied Piper
Hey come on, babe
Follow me
I'm the Pied Piper
Follow me
I'm the Pied Piper
And I'll show you where it's at
Lagu
ini tentang seorang pria yang mengibaratkan dirinya adalah Pied Piper
yang mana dia memimpin seorang gadis yang ia tertarik padanya dan
mengatakan pada si gadis untuk tidak takut, mungkin sama kaya si Pied
Piper mimpin si anak-anak ke balik gunung atau gua itu untuk engga takut
pada si Pied Piper.
[Bic]Nah sekarang bunny mau menyuarakan pendapat bunny tentang judul dan seperti apa isi dalam lagu Bangtan yang baru
Karena
hak seseorang tidak diberikan padahal sudah melakukan kewajiban, ini
merasa tidak adil dan sangat jahat, kewajiban yang dilakukan sia sia
karena tidak mendapat hak. Mungkin lirik lagu kali ini akan menceritakan
tentang hal-hal yang sensitif lagi, seperti lagu-lagunya Iwan Fals :v
Tapi
ada juga asumsi lain, dimana konsep album ini adalah Her, bisa jadi
Pied Piper diasumsikan sebagai Bangtan atau mungkin juga Army sendiri
dan anak-anak adalah kesedihan& hal hal buruk tentang mereka,
Bangtan/Army menyeret kesedihan&hal-hal buruk tersebut untuk
menghilang, Bangtan menyeret semua itu dengan lagu-lagu mereka, atau
mungkin juga Army menyeret semua itu dengan motivasi-motivasi dan
dukungan yang diberikan Army agar si "anak-anak" itu menghilang dari
Bangtan.
Tentang Pied Piper yang memakai
busana warna-warni, sama seperti Pied piper yang memikat anak anak tadi
dengan warna-warni bajunya. Army / Bangtan pun menyeret kesedihan itu
dengan ceria dan tentu saja dengan warna-warni kehidupan mereka.
Selesai juga nah gaes, apa asumsi kalian terhadap judul baru lagu ini? Komen yak! Bunny mau lihat pendapat kalian juga ><
Ciao!