Senin, 09 Oktober 2017

TEORI PIED PIPPER


Pied piper adalah sebuah dongeng yang menceritakan tentang seseorang yang memakai pakaian warna-warni dan memainkan seruling
Suatu waktu, di sebuah kota, banyak banget tikusnya, keluar dan idup dimana aja, di atap lah, di toilet lah, di kamar hotel lah, banyak banget bertebaran, udah diberantas pakai pembasmi tikus pun engga abis-abis tuh tikus.
Jadi datanglah si Pied Piper ini ke kota itu, bilang kalo dia bisa membasmi si tikus yang banyak, tapi Pied Piper ingin meminta bayarannya jika selesai, dan pemimpin kotapun mengiyakan, dan ritualnya pun dimulai.
Dia mulai meniup serulingnya dengan nada nada yang aneh ditelinga manusia, dan ga lama semua tikus yang sembunyi bahkan yang kelihatan pun mendekati si Pied Piper, Pied Piper mulai berjalan, si para tikus mengikuti si Pied Piper, hingga sampailah di ujung tebing yang dibawahnya ada sungai, nah si Pied Piper berenti tapi masih niup seruling, si tikus yang kehipnotis engga berenti, yaudah terus jatuh ke sungai.
semua orang ngeliatin si Pied Piper ngelakuin itu dan setelah semua hama tikus pergi, si Pied Piper kembali ke kota, menemui si pemimpin dan meminta bayaran, terus si pemimpin laknat itu ngomong "Yaudah tikusnya udah engga ada, apanya yang mau dibayar?"
JAHAT KAN JAHAT KAN.
Pied Piper kesal dalam hatinya dan ia berbalik ke rumahnya. Malam harinya, saat semuanya udah tidur, Pied Piper balik ke kota terus niup serulingnya, suara serulingnya ga kedengeran sama orang dewasa, tapi kedengeran sama anak anak kecil.
Anak anak itu bangun dan mendekati Pied Piper, sama seperti para tikus, anak anak itu mengikuti Pied Piper kemanapun, dan sampailah mereka dibalik sebuah gunung, hingga semua anak anak masuk dibalik gunung itu, gunung tersebut tertutup, dan gada yang pernah lihat anak-anak tadi beserta si Pied Piper.
(Ini versi cerita di buku LKS bunny)
Tahun 1284, ketika kota Hamelin terkena bencana hama tikus, seorang pria berpakaian aneka warna datang dan mengaku sebagai pengusir tikus. Orang asing itu berjanji kepada walikota bahwa masalah hama di kota tersebut akan terpecahkan. Sebagai gantinya, walikota berjanji bahwa ia akan mendapat imbalan yang setimpal setelah berhasil mengusir hama tersebut. Setelah perjanjian disepakati, orang asing itu memainkan seruling ajaibnya. Suara seruling tersebut memikat para tikus di setiap rumah penduduk untuk mengikuti si peniup seruling hingga sampai di sungai Weser. Semua tikus ditenggelamkan di sana kecuali seekor. Setelah usahanya berhasil, sang walikota tidak memberi imbalan sesuai yang dijanjikannya. Si peniup seruling menjadi berang lalu meninggalkan kota, dan bersumpah bahwa ia akan kembali di lain hari untuk menuntut balas. Pada Hari Yohanes dan Paulus, ketika para penduduk dewasa berkumpul di gereja, si peniup seruling kembali lagi dengan pakaian hijau seperti pemburu, kali ini dengan maksud memikat seluruh anak di Hamelin. Seratus tiga puluh anak lelaki dan perempuan mengikutinya sampai ke luar kota, kemudian mereka diajak ke sebuah gua dan tidak pernah terlihat lagi. Tergantung versi cerita, sekurang-kurangnya ada tiga macam anak yang tertinggal di belakang. Anak yang pertama adalah anak yang pincang sehingga tidak mampu mengikuti anak lainnya dengan cepat; yang kedua adalah anak yang tuli yang ikut-ikutan karena merasa penasaran; yang terakhir adalah anak yang buta dan tidak mampu melihat ke mana ia pergi. Ketiga anak tersebut memberi informasi kepada penduduk kota tentang apa yang terjadi setelah mereka meninggalkan gereja.
(ini Versi Wikipedia)
Serem kan? Ya itulah, kalau kita engga bayarin hak seseorang yang udah ngelakuin kewajibannya, itulah balasannya. Karma kah(?)
Ada juga setelah di searching, Pied Piper adalah karakter jahat di DC Comics.

Sangat banyak referensi ya tentang pied piper ini.
Ada pula lirik lagu Crispian St. Peters tentang Pied Piper
Hey come on, babe
Follow me
I'm the Pied Piper
Follow me
I'm the Pied Piper
And I'll show you where it's at
Lagu ini tentang seorang pria yang mengibaratkan dirinya adalah Pied Piper yang mana dia memimpin seorang gadis yang ia tertarik padanya dan mengatakan pada si gadis untuk tidak takut, mungkin sama kaya si Pied Piper mimpin si anak-anak ke balik gunung atau gua itu untuk engga takut pada si Pied Piper.
[Bic]Nah sekarang bunny mau menyuarakan pendapat bunny tentang judul dan seperti apa isi dalam lagu Bangtan yang baru
Karena hak seseorang tidak diberikan padahal sudah melakukan kewajiban, ini merasa tidak adil dan sangat jahat, kewajiban yang dilakukan sia sia karena tidak mendapat hak. Mungkin lirik lagu kali ini akan menceritakan tentang hal-hal yang sensitif lagi, seperti lagu-lagunya Iwan Fals :v
Tapi ada juga asumsi lain, dimana konsep album ini adalah Her, bisa jadi Pied Piper diasumsikan sebagai Bangtan atau mungkin juga Army sendiri dan anak-anak adalah kesedihan& hal hal buruk tentang mereka, Bangtan/Army menyeret kesedihan&hal-hal buruk tersebut untuk menghilang, Bangtan menyeret semua itu dengan lagu-lagu mereka, atau mungkin juga Army menyeret semua itu dengan motivasi-motivasi dan dukungan yang diberikan Army agar si "anak-anak" itu menghilang dari Bangtan.
Tentang Pied Piper yang memakai busana warna-warni, sama seperti Pied piper yang memikat anak anak tadi dengan warna-warni bajunya. Army / Bangtan pun menyeret kesedihan itu dengan ceria dan tentu saja dengan warna-warni kehidupan mereka.

Selesai juga nah gaes, apa asumsi kalian terhadap judul baru lagu ini? Komen yak! Bunny mau lihat pendapat kalian juga ><
Ciao!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar